malam tak kan pernah kurang
meski tanpa bintang
laiknnya aku menyayangi dirimu
tak kan terhenti tiap detiknya
meski tak pernah selalu jumpa
hati ini ada untukmu
tak kurang seluruh perasaan ini
selalu terpikir dirimu
hanya untuk mu cinta
Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Juni 2009
semi telah datang
musim berganti . . .
bunga mawar mekar di musimnya
sang kumbang menari mengisap madu
angin menerpa lembut bunga-bunga
menyapa ombak yang bergulung
mendengar kicauan burung yang berebutan
merasakan tetesan hujan turun
menghirup hawa pegunungan
salju putih penyejuk hati
bak irama dalam melodi cinta
penghangat jiwa dalam kesesndirian
seperti rembulan pernama yang menyelimuti bumi
mengubah segala isi dalam hati
teriak saja . . . ,
jika kau ingin lepas
menangis saja . . . ,
jika kau ingin lega
buang jauh rasa kecewa yang kau pendam
dalam benak sanubari
kau.............................,
obat dalam kerinduan
di musim yang berganti
bunga mawar mekar di musimnya
sang kumbang menari mengisap madu
angin menerpa lembut bunga-bunga
menyapa ombak yang bergulung
mendengar kicauan burung yang berebutan
merasakan tetesan hujan turun
menghirup hawa pegunungan
salju putih penyejuk hati
bak irama dalam melodi cinta
penghangat jiwa dalam kesesndirian
seperti rembulan pernama yang menyelimuti bumi
mengubah segala isi dalam hati
teriak saja . . . ,
jika kau ingin lepas
menangis saja . . . ,
jika kau ingin lega
buang jauh rasa kecewa yang kau pendam
dalam benak sanubari
kau.............................,
obat dalam kerinduan
di musim yang berganti
rinduku
baik-baik selalu . . . ,
jika aku hidup 1000 tahun lagi
aku akan mengingatmu selalu . . . ,
meski kita berpisah 999 tahun
. . . j’t aime . . .
aku pengen deket denganmu
kenal jauh denganmu
nyampein rindu buatmu
mimpiin tiap waktu
ku tahu mencintai tiap insan
tapi, . . . . .
memiliki adalah jawaban terindah
buat diriku untukmu
jika aku hidup 1000 tahun lagi
aku akan mengingatmu selalu . . . ,
meski kita berpisah 999 tahun
. . . j’t aime . . .
aku pengen deket denganmu
kenal jauh denganmu
nyampein rindu buatmu
mimpiin tiap waktu
ku tahu mencintai tiap insan
tapi, . . . . .
memiliki adalah jawaban terindah
buat diriku untukmu
Rabu, 03 Juni 2009
fall in love
I can feel love
When the angel coming
I can feel peace
When the love coming
I can feel happily
When the peace coming
I can feel that’s all
If we really to can it
When the angel coming
I can feel peace
When the love coming
I can feel happily
When the peace coming
I can feel that’s all
If we really to can it
damaiku
Malamku dengan kunang
Redup cahaya dalam bayangan malam
Hilangkan kegelapan menggapai
Termenung duduk di tepi pantai
Mendengar desiran ombak menyapu pasir putih
Pantulan rembulan malam yang lirih
Angin menyahut datangnya ombak
Membelah samudra
Melambiakan nyiur pantai
Suasana dingin membungkam emosi
Segelas bir merah teman berbagi
Melepas kerinduan terselubung dalam diri
Jauhkan kebencian yang merenggut kedamaian
Simpan saja dalam anganmu
Jika itu khayalan imajinasimu
Lupakan sejenak dan buatlah anak-anak tersenyum
Redup cahaya dalam bayangan malam
Hilangkan kegelapan menggapai
Termenung duduk di tepi pantai
Mendengar desiran ombak menyapu pasir putih
Pantulan rembulan malam yang lirih
Angin menyahut datangnya ombak
Membelah samudra
Melambiakan nyiur pantai
Suasana dingin membungkam emosi
Segelas bir merah teman berbagi
Melepas kerinduan terselubung dalam diri
Jauhkan kebencian yang merenggut kedamaian
Simpan saja dalam anganmu
Jika itu khayalan imajinasimu
Lupakan sejenak dan buatlah anak-anak tersenyum
putri aku . . .
Puteri . . .
Aku mencintaimu
Karena aku . . .
Cinta kepada Nya
Semoga . . .
Cintamu kepadaku
Menambah cintaku kepada Nya
Aku jatuh di belaianmu
Karena kagumku . . .
Pada kelembutan hatimu
Setiap bayangmu mengiringi laguku
Setiap senyummu terlukis di puisiku
Kini tinggal kenangan dan asa
Biarkan ku pergi lewat senandungku
Ku pendam saja lirik dan baitku ini
Semoga bahagiamu menyertai bahagiaku
Aku mencintaimu
Karena aku . . .
Cinta kepada Nya
Semoga . . .
Cintamu kepadaku
Menambah cintaku kepada Nya
Aku jatuh di belaianmu
Karena kagumku . . .
Pada kelembutan hatimu
Setiap bayangmu mengiringi laguku
Setiap senyummu terlukis di puisiku
Kini tinggal kenangan dan asa
Biarkan ku pergi lewat senandungku
Ku pendam saja lirik dan baitku ini
Semoga bahagiamu menyertai bahagiaku
Jumat, 22 Mei 2009
aku adalah aku
Aku adalah kupu-kupu
Yang keluar dari kepompongnya
Aku adalah bunga yang mekar
Dari bunga mahkota nan indah
Indah terlihat dari pancaran surga
Birunya langit dan buaian angin yang lembut
Aku adalah raja dengan mahkota emas
Jubah biru yang melekat di pundakku
Dengan dayang-dayang menari
Kekuasaan dan kekuatan menyelimuti
Aku ingin terbang dari duniaku
Meninggalkan kegelapan yang menghantuiku
Bawalah aku terbang sahabat malamku
Agar aku melepaskan segala kebesaranku
Meski aku harus menjadi celaan manusia
Tapi aku masih mampu berdiri & berjuang dari kegelapan
Menanti pasangan hidup sejati
Bersanding dengan aku seorang raja
Yang kini telah tak punya kuasa dan tak diakui
Aku bangga pada apa yang aku dapatkan
Itulah rasa syukurku pada Penciptaku
Yang masih memberikan aku kekuatan, kejujuran,
Kebijaksanaan, keimanan yang akan membawaku kembali
Ke rumahku yang sejati dan abadi
Yang keluar dari kepompongnya
Aku adalah bunga yang mekar
Dari bunga mahkota nan indah
Indah terlihat dari pancaran surga
Birunya langit dan buaian angin yang lembut
Aku adalah raja dengan mahkota emas
Jubah biru yang melekat di pundakku
Dengan dayang-dayang menari
Kekuasaan dan kekuatan menyelimuti
Aku ingin terbang dari duniaku
Meninggalkan kegelapan yang menghantuiku
Bawalah aku terbang sahabat malamku
Agar aku melepaskan segala kebesaranku
Meski aku harus menjadi celaan manusia
Tapi aku masih mampu berdiri & berjuang dari kegelapan
Menanti pasangan hidup sejati
Bersanding dengan aku seorang raja
Yang kini telah tak punya kuasa dan tak diakui
Aku bangga pada apa yang aku dapatkan
Itulah rasa syukurku pada Penciptaku
Yang masih memberikan aku kekuatan, kejujuran,
Kebijaksanaan, keimanan yang akan membawaku kembali
Ke rumahku yang sejati dan abadi
Kamis, 21 Mei 2009
gantung aku
Ungu kini kau pergi jauh dariku
Kemenangan dalam dirimu ada dalam hatiku
Bayangan ungumu sebagai baja dalam dada
Karena engkau aku berhasrat
Karena engkau aku memiliki
Karena engkau aku mencintai
Kini masa baru hadir menemaniku
Hasrat tak ada bahkan harapan pun hilang
Penantian telah selesai jawaban pun tiada
Biru langit tertutup awan putih
Matahari pun tertutup awan mendung
Cukup di sini aku tuntaskan segalanya untukmu
Kemenangan dalam dirimu ada dalam hatiku
Bayangan ungumu sebagai baja dalam dada
Karena engkau aku berhasrat
Karena engkau aku memiliki
Karena engkau aku mencintai
Kini masa baru hadir menemaniku
Hasrat tak ada bahkan harapan pun hilang
Penantian telah selesai jawaban pun tiada
Biru langit tertutup awan putih
Matahari pun tertutup awan mendung
Cukup di sini aku tuntaskan segalanya untukmu
bunga matahariku
Mentari fajar menyongsong kemerahan
Lariku mengejar impian pagi hariku
Pagi cerah menemani perjalananku
Panasnya mentari membakar semangatku
Luasnya langit, pikiran kita pun terasa luas
Sejuknya hawa, pikiran kita pun terasa sejuk
Indahnya pemandangan, pikiran kita pun terasa indah
Pahamilah dalam nurani dan pikiran yang bersih
Kesenangan, kepuasan, dan ketenangan hanya di hati
Keluasan, kejernihan, dan kepusatan hanya di akal
Lariku mengejar impian pagi hariku
Pagi cerah menemani perjalananku
Panasnya mentari membakar semangatku
Luasnya langit, pikiran kita pun terasa luas
Sejuknya hawa, pikiran kita pun terasa sejuk
Indahnya pemandangan, pikiran kita pun terasa indah
Pahamilah dalam nurani dan pikiran yang bersih
Kesenangan, kepuasan, dan ketenangan hanya di hati
Keluasan, kejernihan, dan kepusatan hanya di akal
Siapa dia??
Berjalan pagi hari dengan senyuman lebar
Menggali untuk mencari hati
Aku mencari belahan tulang rusuk ini
Mengharapkan do’a terkabulkan
Aku merintih, menangis tanpa air mata
Musnahkan aku tanpa kehadirannya
Kehadiran hijau muda menarik hati
Mungkinkah ia bagian dari jiwa
Menggali untuk mencari hati
Aku mencari belahan tulang rusuk ini
Mengharapkan do’a terkabulkan
Aku merintih, menangis tanpa air mata
Musnahkan aku tanpa kehadirannya
Kehadiran hijau muda menarik hati
Mungkinkah ia bagian dari jiwa
Sabtu, 16 Mei 2009
Ketulusan hati
Mulai menggali dari atas
Hindari tanah dan batu yang keras
Berusahalah dengan sungguh dan tulus ikhlas
Hati yang beku ini akan cinta akhirnya hancur
Tetesan air hujan yang terus berulang
Menghancurkan batu karang beku keras
Keikhlasan dan ketulusan hati yang benar
Melelehkan kebekuan hati orang yang ku nanti
Badai pasti akan cepat berlalu
Musim dan cuaca pasti berganti
Kapan dengan jantung meraku
Aku akan tetap menunggu dengan setia
Hindari tanah dan batu yang keras
Berusahalah dengan sungguh dan tulus ikhlas
Hati yang beku ini akan cinta akhirnya hancur
Tetesan air hujan yang terus berulang
Menghancurkan batu karang beku keras
Keikhlasan dan ketulusan hati yang benar
Melelehkan kebekuan hati orang yang ku nanti
Badai pasti akan cepat berlalu
Musim dan cuaca pasti berganti
Kapan dengan jantung meraku
Aku akan tetap menunggu dengan setia
Senin, 04 Mei 2009
Tak tahu
Malamku semakin larut
Debar jantunku menunggu hadirmu
Saat dering SMS dating jawaban
Apa yang terjadi?
Bukan sebuah keputusan melainkan peertanyaan
Ada tanda keseriusan ku ungkapkan dengan hati berdebar
Menunggu terus lama menantinya
Dia adalah putri pilihan bidadari hatiku
Debar jantunku menunggu hadirmu
Saat dering SMS dating jawaban
Apa yang terjadi?
Bukan sebuah keputusan melainkan peertanyaan
Ada tanda keseriusan ku ungkapkan dengan hati berdebar
Menunggu terus lama menantinya
Dia adalah putri pilihan bidadari hatiku
Label:
inspirasi,
puisi,
puisi cinta
Kamis, 30 April 2009
Berjalan
Aku lelah berjalan
Menyusuri bukit yang tinggi
Menelusuri sungai yang panjang
Semoga aku cepat pulang dan senang
Menyusuri bukit yang tinggi
Menelusuri sungai yang panjang
Semoga aku cepat pulang dan senang
Label:
inspirasi,
puisi,
puisi cinta
Perangai
Cindai merantau mencari tempat perkemahan
Tersesat dalam jurusan yang berbeda
Melangkah dalam kaki yang lelah
Perut keroncongan menahan laparnya
Tersesat dalam jurusan yang berbeda
Melangkah dalam kaki yang lelah
Perut keroncongan menahan laparnya
Label:
inspirasi,
puisi,
puisi cinta
gairahku
Ku ungkap segala rasa di hati
Tentang getaran detak nadiku
Saat malam purnama
Dan bintang-bintang menari
di redupnya malam
Tentang getaran detak nadiku
Saat malam purnama
Dan bintang-bintang menari
di redupnya malam
Label:
inspirasi,
puisi,
puisi cinta
Selasa, 28 April 2009
Detak nadiku
Ku buka coretanmu nan indah
Aba cadabra . . . aba cadabra . . .
Sambaran petir menyayat detak nadiku
Kata demi kata terlukis perangaimu
Sang Amor menancapkan panah hatinya
Mengikat erat dengan rantai emasnya
Membungkam seribu bahasa dari kalbuku
Ku lukiskan wajahmu dengan tinta hitamku
Ku rangkai kata buatmu
Untuk ungkap segala sesuatu tentang kita
Seperti burung yang terbang bebas berpasangan
Dengan gagah mengepakkan sayap indahnya
Aba cadabra . . . aba cadabra . . .
Sambaran petir menyayat detak nadiku
Kata demi kata terlukis perangaimu
Sang Amor menancapkan panah hatinya
Mengikat erat dengan rantai emasnya
Membungkam seribu bahasa dari kalbuku
Ku lukiskan wajahmu dengan tinta hitamku
Ku rangkai kata buatmu
Untuk ungkap segala sesuatu tentang kita
Seperti burung yang terbang bebas berpasangan
Dengan gagah mengepakkan sayap indahnya
Label:
inspirasi,
puisi,
puisi cinta
Senin, 27 April 2009
Emosi pudjangga
Tersayang untukmu yang di sana
Jauh merantau mengikuti gerakan angin yang berhembus
Arah matahari dari timur tenggelam ke ufuk barat
Tak pernah lelah kakimu berjalan
Di atas bumi yang bulat serta tanpa ujung
Hanya ada senyuman manis dibalik wajahmu
Yang indah mewarnai bunga-bunga di taman surga
Dunia yang fana
Gulungan ombak hembusan angin sepoi-sepoi
Sinar mentari yang tak pernah lelah menyertai perjalananmu
Akankah engkau pergi meninggalkanku jauh di sini
Tinggal bayanganmu yang ada di dalam benak sang pudjangga
Engkau akan selalu ku kenang dalam setiap coretan tinta
Di atas kertas putih ku menarikan pena emas untukmu
Ingin ku goreskan tinta dari pena emas
Di birumu langit dan putihnya awan
Jauh merantau mengikuti gerakan angin yang berhembus
Arah matahari dari timur tenggelam ke ufuk barat
Tak pernah lelah kakimu berjalan
Di atas bumi yang bulat serta tanpa ujung
Hanya ada senyuman manis dibalik wajahmu
Yang indah mewarnai bunga-bunga di taman surga
Dunia yang fana
Gulungan ombak hembusan angin sepoi-sepoi
Sinar mentari yang tak pernah lelah menyertai perjalananmu
Akankah engkau pergi meninggalkanku jauh di sini
Tinggal bayanganmu yang ada di dalam benak sang pudjangga
Engkau akan selalu ku kenang dalam setiap coretan tinta
Di atas kertas putih ku menarikan pena emas untukmu
Ingin ku goreskan tinta dari pena emas
Di birumu langit dan putihnya awan
Label:
inspirasi,
puisi,
puisi cinta
Sabtu, 25 April 2009
Cerita cinta
Ada rindu di hati
Terasa sendu saat sendiri
Melamun berharap ‘tuk jadi pergi
Malam minggu berdua
Dengan modal cinta buta
Ada tawa dikejar satpam
Putar-putar kota
Kayak orang tak punya rumah
Inilah cerita cinta
Kisah dua orang remaja
Saling mengikat janji suci
Sebagai jawaban
Awal kesetiaan
Terasa sendu saat sendiri
Melamun berharap ‘tuk jadi pergi
Malam minggu berdua
Dengan modal cinta buta
Ada tawa dikejar satpam
Putar-putar kota
Kayak orang tak punya rumah
Inilah cerita cinta
Kisah dua orang remaja
Saling mengikat janji suci
Sebagai jawaban
Awal kesetiaan
Label:
inspirasi,
puisi,
puisi cinta
Mentari pagi
Bangun pagi-pagi cari sikat gigi
Sang cahaya terlihat di ufuk timur
Barikan kehangatanmu & kehangatan jalan
Kau terangi jalan dengan cahayamu
Ku kayuh sepeda ini melewati bukit-bukit
Menuju cita-cita lama
Putaran dua lingkaran membakar
Suara gaduh dari sepeda tua ini
Harapan adalah milik sang usaha
Bukan asa kalau sudah putus
Jauh dalam dari kegelapan
Akan kembali dengan cahaya kemenangan
Ayo bergegas . . .
Kita sudah dekat
Sang cahaya terlihat di ufuk timur
Barikan kehangatanmu & kehangatan jalan
Kau terangi jalan dengan cahayamu
Ku kayuh sepeda ini melewati bukit-bukit
Menuju cita-cita lama
Putaran dua lingkaran membakar
Suara gaduh dari sepeda tua ini
Harapan adalah milik sang usaha
Bukan asa kalau sudah putus
Jauh dalam dari kegelapan
Akan kembali dengan cahaya kemenangan
Ayo bergegas . . .
Kita sudah dekat
Label:
inspirasi,
puisi,
puisi cinta
Selasa, 21 April 2009
Sendiri
Hidup sendiri menyepi dari keramaian
Terpendam emosi-emosi berontak
Masalah menumpuk dalam pikiran
Siapa kan beri jawaban atas setiap pertanyaan
Nyawa di ujung ibu jari
Hidup hanya pasrah pada Illahi
Jauh dari rumah terasa sendiri
Walaupun harta melimpahi diri
Oh.. oh... oh inikah hidup
Kita kaya besok miskin
Apakah tujuan hidup ini,
wahai Dzat Pencipta Alam
ibadah, iman dan taqwa kan membimbing diriku
Terpendam emosi-emosi berontak
Masalah menumpuk dalam pikiran
Siapa kan beri jawaban atas setiap pertanyaan
Nyawa di ujung ibu jari
Hidup hanya pasrah pada Illahi
Jauh dari rumah terasa sendiri
Walaupun harta melimpahi diri
Oh.. oh... oh inikah hidup
Kita kaya besok miskin
Apakah tujuan hidup ini,
wahai Dzat Pencipta Alam
ibadah, iman dan taqwa kan membimbing diriku
Label:
inspirasi,
puisi,
puisi cinta
Langganan:
Postingan (Atom)