Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2009

Tak tahu

Malamku semakin larut
Debar jantunku menunggu hadirmu
Saat dering SMS dating jawaban
Apa yang terjadi?
Bukan sebuah keputusan melainkan peertanyaan
Ada tanda keseriusan ku ungkapkan dengan hati berdebar
Menunggu terus lama menantinya
Dia adalah putri pilihan bidadari hatiku

Kamis, 30 April 2009

Berjalan

Aku lelah berjalan
Menyusuri bukit yang tinggi
Menelusuri sungai yang panjang
Semoga aku cepat pulang dan senang

Perangai

Cindai merantau mencari tempat perkemahan
Tersesat dalam jurusan yang berbeda
Melangkah dalam kaki yang lelah
Perut keroncongan menahan laparnya

gairahku

Ku ungkap segala rasa di hati
Tentang getaran detak nadiku
Saat malam purnama
Dan bintang-bintang menari
di redupnya malam

Selasa, 28 April 2009

Detak nadiku

Ku buka coretanmu nan indah
Aba cadabra . . . aba cadabra . . .
Sambaran petir menyayat detak nadiku
Kata demi kata terlukis perangaimu

Sang Amor menancapkan panah hatinya
Mengikat erat dengan rantai emasnya
Membungkam seribu bahasa dari kalbuku
Ku lukiskan wajahmu dengan tinta hitamku

Ku rangkai kata buatmu
Untuk ungkap segala sesuatu tentang kita
Seperti burung yang terbang bebas berpasangan
Dengan gagah mengepakkan sayap indahnya

Senin, 27 April 2009

Emosi pudjangga

Tersayang untukmu yang di sana
Jauh merantau mengikuti gerakan angin yang berhembus
Arah matahari dari timur tenggelam ke ufuk barat

Tak pernah lelah kakimu berjalan
Di atas bumi yang bulat serta tanpa ujung
Hanya ada senyuman manis dibalik wajahmu
Yang indah mewarnai bunga-bunga di taman surga
Dunia yang fana

Gulungan ombak hembusan angin sepoi-sepoi
Sinar mentari yang tak pernah lelah menyertai perjalananmu
Akankah engkau pergi meninggalkanku jauh di sini
Tinggal bayanganmu yang ada di dalam benak sang pudjangga
Engkau akan selalu ku kenang dalam setiap coretan tinta
Di atas kertas putih ku menarikan pena emas untukmu

Ingin ku goreskan tinta dari pena emas
Di birumu langit dan putihnya awan

Sabtu, 25 April 2009

Cerita cinta

Ada rindu di hati
Terasa sendu saat sendiri
Melamun berharap ‘tuk jadi pergi

Malam minggu berdua
Dengan modal cinta buta

Ada tawa dikejar satpam
Putar-putar kota
Kayak orang tak punya rumah
Inilah cerita cinta

Kisah dua orang remaja
Saling mengikat janji suci
Sebagai jawaban
Awal kesetiaan

Mentari pagi

Bangun pagi-pagi cari sikat gigi
Sang cahaya terlihat di ufuk timur
Barikan kehangatanmu & kehangatan jalan
Kau terangi jalan dengan cahayamu

Ku kayuh sepeda ini melewati bukit-bukit
Menuju cita-cita lama
Putaran dua lingkaran membakar
Suara gaduh dari sepeda tua ini

Harapan adalah milik sang usaha
Bukan asa kalau sudah putus
Jauh dalam dari kegelapan
Akan kembali dengan cahaya kemenangan

Ayo bergegas . . .
Kita sudah dekat

Selasa, 21 April 2009

Sendiri

Hidup sendiri menyepi dari keramaian
Terpendam emosi-emosi berontak
Masalah menumpuk dalam pikiran
Siapa kan beri jawaban atas setiap pertanyaan

Nyawa di ujung ibu jari
Hidup hanya pasrah pada Illahi
Jauh dari rumah terasa sendiri
Walaupun harta melimpahi diri

Oh.. oh... oh inikah hidup
Kita kaya besok miskin
Apakah tujuan hidup ini,
wahai Dzat Pencipta Alam
ibadah, iman dan taqwa kan membimbing diriku

Selasa, 14 April 2009

TUNTUTAN ZAMAN

Hidup dari kekerasan menuju kebahagiaan
Itulah kata mereka yang berdusta
Sejarah akan terus berulang-ulang
Meski perjalanan ini terasa beda

Karena tuntutan zaman orang jadi gila
Kalau tak ikut gila kita ngga’ kebagian
Yang kuasa adalah yang menang
Yang berjuang adalah yang hidup

Zaman berubah manusia berubah
Akal kalah dengan nafsu
Teriakkan amarahmu pada mereka
Siapa salah KAU atau AKU

Rabu, 18 Maret 2009

Duniaku

Perjalanan panjang ini akan selalu membawaku ke dalam putaran dunia.
Menari aku tetap menggerakkan kaki bergerincing
Meski lapuk aku menapakkan langkah
Pancaran semangat tetap jua bertahan
Tetesan peluh memberi tanda hangatnya dunia
Wow ucapan rasa kagum
Bagian dunia yang menjadi misteri
Lama terperangkap kawan dunia
Aku tetap menuju tujuan awal
Mengitari dunia dan mengakhirinya

Kamis, 19 Februari 2009

22:26:41

Cinta menjadi belenggu
Memendam segala galau dan resah
Mengalir seperti kehidupan dalam kebahagiaan
Demi memendam perasaan sayang
Yang terkadang tak terukur
Tetapi,
Tetap terhitung lamanya waktu

Senin, 05 Januari 2009

berlayar ke pulau

Ketika melihat pulau yang jauh
Aku ingin mendayung ke sana sendirian
Menemukan harta karun di sana
Menjadikan rumah impian

Ku berulang kali berlayar
Mengarungi samudra luas
Dengan jiwa kebanggaan
Keberhasilan yang tak pernah dirasakan orang

Semua pun berlalu
Seiring ombak yang membawaku
Angin yang membisikku
Nyanyian burung liar di samudra lepas

Harusnya aku berlayar ke sana
Dengan kapal yang besar
Membawa orang-orang di sini
Menjadikan mereka berhasil

Sehingga tak ada kemiskinan
Yang menjadikan dilema kehidupan
Keterpurukan jeritan dan tangis

awal langkahku

Saat mentari bangunkan pagiku
Ku buka lembaran hidup baru
Mengawali langkah menuju prestasi
Ku ingat malam kesendirianku
Menjadi lawan tangguhku
Kini aku telah terbebas
Lepas dari semua belenggu

Saat ini
Aku telah berdikari
Memandang masa depan
Kan kuberikan harapan baru
Kepada mereka yang lemah
Agar hidup selayaknya
Penuh kebahagiaan

Saat kebebasan
Menjadikan senyuman dunia
Berbagi rasa dengan mereka
Memberikan secuil nasi
Menjadi topangan keluarga mereka

Saat terindah
Aku melihat senyuman mereka
Lebih indah dari kemarin
Sebuah ketulusan harapan
Kini telah menjadi kenyataan

Sabtu, 03 Januari 2009

10 malam di bulan Januari

Selamat tinggal
Selamat jalan
Sayonara
Hanya Engkau
Kekasihku n’ Sahabatku
Biarkan waktu kan menggantikanmu
Dengan bayangan hatiku
Lupakan saja
Benih cinta yang pernah ku tanam
Aku tak ingin ada penyesalan
Luka yang memendam
Membakar semua harapanmu

Selasa, 30 Desember 2008

Makna terindah bukan hanya dari kata-kata melainkan hal yang tersirat dari sebuah makna

.
.
.
..
..

...
-.-.-
..
.

terima kasih

kesepian dan kebingungan

Aku kesepian
Hanya dalam kebingungan
Entah . . .
Mungkin karena terlalu berharap
Atau . .
Hanya tak ingin kehilangan
Mungkin terjebak dalam lingkaran
Semakin hidupku hanya mengitari
Dalam harapan
Dalam kebingungan
Dan . . .
Dalam kegagalan

Senin, 22 Desember 2008

Ibuku yang terhebat

Ibu, . . .
Aku menuliskan semua tentangmu
Mengingatmu
Merindukanmu
Di setiap kesendirianku
Tapi, . . .
Tak sebanding semua kasih sayang
Perhatian tulus yang engkau berikan
Yang paling aku tahu tentang mu
Engkau tak pernah berhenti menyayangiku

terima kasih bunda

Bunda,
Dulu aku buah hati kecilmu
Engkau manja dengan kasih sayang
Engkau sentuh dengan kelembutan
Engkau terjaga ketika aku menangis
Kini aku telah dewasa
Merasa mampu hidup mandiri
Berpikir terlepas dari engkau
Nyatanya aku masih merepotkanmu
Kelakuanmu yang membuatku gelisah
Kini ku teringat masa kecilku
Ku rindu kasih sayangmu
Rindu semua tentangmu
Kasihmu sepanjang masa
Engkau tak pernah minta balasan
Hanya ingin melihatku bahagia

untukmu sahabat

Terasa indah waktu hidup manusia
Semakin tambah usia semakin bahagia
Canda tawa senantiasa bersama
Dengan ketulusan hati ini
Pengganti tumpukan kado
Mungkin hanya sepintas berkesan
Tapi,
Do’a ini kan selalu bersama
Menjaga dirimu dimana pun