Kamis, 19 Februari 2009

22:26:41

Cinta menjadi belenggu
Memendam segala galau dan resah
Mengalir seperti kehidupan dalam kebahagiaan
Demi memendam perasaan sayang
Yang terkadang tak terukur
Tetapi,
Tetap terhitung lamanya waktu

Senin, 05 Januari 2009

berlayar ke pulau

Ketika melihat pulau yang jauh
Aku ingin mendayung ke sana sendirian
Menemukan harta karun di sana
Menjadikan rumah impian

Ku berulang kali berlayar
Mengarungi samudra luas
Dengan jiwa kebanggaan
Keberhasilan yang tak pernah dirasakan orang

Semua pun berlalu
Seiring ombak yang membawaku
Angin yang membisikku
Nyanyian burung liar di samudra lepas

Harusnya aku berlayar ke sana
Dengan kapal yang besar
Membawa orang-orang di sini
Menjadikan mereka berhasil

Sehingga tak ada kemiskinan
Yang menjadikan dilema kehidupan
Keterpurukan jeritan dan tangis

awal langkahku

Saat mentari bangunkan pagiku
Ku buka lembaran hidup baru
Mengawali langkah menuju prestasi
Ku ingat malam kesendirianku
Menjadi lawan tangguhku
Kini aku telah terbebas
Lepas dari semua belenggu

Saat ini
Aku telah berdikari
Memandang masa depan
Kan kuberikan harapan baru
Kepada mereka yang lemah
Agar hidup selayaknya
Penuh kebahagiaan

Saat kebebasan
Menjadikan senyuman dunia
Berbagi rasa dengan mereka
Memberikan secuil nasi
Menjadi topangan keluarga mereka

Saat terindah
Aku melihat senyuman mereka
Lebih indah dari kemarin
Sebuah ketulusan harapan
Kini telah menjadi kenyataan

Sabtu, 03 Januari 2009

10 malam di bulan Januari

Selamat tinggal
Selamat jalan
Sayonara
Hanya Engkau
Kekasihku n’ Sahabatku
Biarkan waktu kan menggantikanmu
Dengan bayangan hatiku
Lupakan saja
Benih cinta yang pernah ku tanam
Aku tak ingin ada penyesalan
Luka yang memendam
Membakar semua harapanmu

Selasa, 30 Desember 2008

Makna terindah bukan hanya dari kata-kata melainkan hal yang tersirat dari sebuah makna

.
.
.
..
..

...
-.-.-
..
.

terima kasih

kesepian dan kebingungan

Aku kesepian
Hanya dalam kebingungan
Entah . . .
Mungkin karena terlalu berharap
Atau . .
Hanya tak ingin kehilangan
Mungkin terjebak dalam lingkaran
Semakin hidupku hanya mengitari
Dalam harapan
Dalam kebingungan
Dan . . .
Dalam kegagalan

Senin, 22 Desember 2008

Ibuku yang terhebat

Ibu, . . .
Aku menuliskan semua tentangmu
Mengingatmu
Merindukanmu
Di setiap kesendirianku
Tapi, . . .
Tak sebanding semua kasih sayang
Perhatian tulus yang engkau berikan
Yang paling aku tahu tentang mu
Engkau tak pernah berhenti menyayangiku

terima kasih bunda

Bunda,
Dulu aku buah hati kecilmu
Engkau manja dengan kasih sayang
Engkau sentuh dengan kelembutan
Engkau terjaga ketika aku menangis
Kini aku telah dewasa
Merasa mampu hidup mandiri
Berpikir terlepas dari engkau
Nyatanya aku masih merepotkanmu
Kelakuanmu yang membuatku gelisah
Kini ku teringat masa kecilku
Ku rindu kasih sayangmu
Rindu semua tentangmu
Kasihmu sepanjang masa
Engkau tak pernah minta balasan
Hanya ingin melihatku bahagia

untukmu sahabat

Terasa indah waktu hidup manusia
Semakin tambah usia semakin bahagia
Canda tawa senantiasa bersama
Dengan ketulusan hati ini
Pengganti tumpukan kado
Mungkin hanya sepintas berkesan
Tapi,
Do’a ini kan selalu bersama
Menjaga dirimu dimana pun

Sabtu, 20 Desember 2008

2 JUNI

Lelah diriku membayangkan dirimu
Selalu hadir dalam mimpiku
Waktu selalu usik dengan ketiadaanmu
Berilah aku kesempatan untuk berjalan sendiri

Tanpa dirimu di sisiku
Aku yakin kan hadapi semua ini
Aku tak ingin dirimu menjadi bayangan semu
Yang buat diriku menjadi penuh harap

Maafkan diriku . . .
Tapi aku janji . . .
Ku kan buat cinta ini
Selalu dalam hatiku