Senin, 23 November 2009

Untukmu Gadis Manis

Larut aku dalam senyumanmu
Teringat akan wajah keceriaan
Dilemma hati ini tak terhampiri
Seperti termangsa khayalan buas
Aku terdiam memikirkan
Gadis manis yang tak ku kenal
Di jalan itu aku hanya mengingatnya
Tepat di sudut pojok tempat itu
Lama aku memandangnya
Sampai terpejam mataku
Masih terasa dalam bayanganku
Rasa ini lama semakin lama
Tersusun runtut menyambung
Perasaan ingin melihatnya lagi
Senyuman gadis yang tak ku kenal

Rabu, 18 November 2009

Sekejap

Entah berapa lama ini
Aku berhari-hari
Hanya bisa menunggu
Kepastian waktu usai
Menutup lembaran-lembaran
Membungkus dalam kuntum

Apa aku sanggup jalani
Masa ini untukku
Kawan-kawan kini telah berlari
Jauh meninggalkan aku

Cukupkah lembaranku
Usai di sini??

Senin, 16 November 2009

enyah kau sepi

Biar saja sepi mengambil semuanya
Aku masih punya senja
Aku masih punya bintang
Tapi jika kau ambil juga
Maka aku akan lebih terasa sepi
Jangan tinggalkan aku di dalamnya
Sepi menjauhlah
Aku tak mau begini
Hinggap dalam jiwamu

Minggu, 15 November 2009

waktunya

belum lama tercipta
kini ingin trus menjadi
melawan hasrat tuk cemburu
memangku nafsu yang tak berhenti
tercipta menunggu waktu
dalam kutipan sair-sair cinta pujangga
aku hanyut terkubur dalam pasir
lembah tak bertuan pun berucap
setiap warna kini tercipta
tak harus selalu
menunggu waktu

Selasa, 27 Oktober 2009

Nyanyikan lah

Kapan lagi kita kan bertemu
Kini tak pernah kulihat
Dirimu lagi
Kau tak ingin kembali
Itu ucapmu dulu
Saat terakhir kita bersama
Aku sadar
Aku menginginkanmu
Tak hanya bayang-bayang dirimu
Tapi seutuh jiwamu
Tuk temani aku

Reff :
Kapan lagi kita kan bertemu
Aku sadar
Aku menginginkanmu
Kau tak ingin kembali
Itu ucapmu dulu

Aku sadar aku menginginkamu
Seutuh jiwamu tuk selalu bersamaku

Kamis, 02 Juli 2009

Ehm

bila senja telah terlelap
aku ingin tetap memandang langit
karena di sana ada pertemuan
antara mentari dan rembulan
sedetik pun tak ingin ku lewatkan
karena aku tak ingin ada rasa perpisahan
berhenti dan menatap

Selasa, 30 Juni 2009

gadisku

Anita . . .
Kau bangunkan aku
Dalam bayangan mimpiku
Rinduku hanya untukmu

Anita . . .
Memoriku selalu ada dirimu
Melangkahku ada bayanganmu
Gejolak hati menggetarkanku

Anita . . .
Sinar matamu penuh damai
Menembus perisai hatiku
Bagaikan bintang malam terpancar
Menembus gelapnya langit malam

Anita . . .
Kau sahabat malamku
Datang membawa cinta
Melangkah dengan puisi

Anita . . .
Kau gadis impianku

kasih

Kau…
Bunga mawar mekar tumbuh merekah
Tiupan angin membawa harum senyummu
Kumbang terbang bebas di angkasa
Mahkota indahmu membawa hasrat kumbang

Lirih suaramu memanggilku
Lantunan nadi terdengar jelas di detakku
Gelombang di lautan menerpa langkahku
Menjemput kau di sana . . .

Ku pasrah dan layu
Takdir telah mengubah cinta dan kasih
Kebaikan hati menepi
Bagai buih terseret ombak ke pantai

Kau . . .
Cinta yang tak kan pudar
Angan dan kenangan yang tak kan mati
Lantunan lagu dan puisi melekat di batinku

Selamat jalan cinta sejati
Ku kan tetap mengagumimu di sini
Kasih . . .

Rabu, 24 Juni 2009

mysteri cinta

Saat awal kita jumpa
Di suatu suasana pesta
Ku t’lah menaruh hati padamu
Tak kuasa ingin ku katakan

Tapi tak kumengerti
Ku hanya bisa melirikmu
Menatap dengan penuh harap
Agar ku bisa bersanding denganmu

Semua pun sirna
Saat kau memiliki hati lain
Ku hampa menyesali
Terkadang membuatku tak mengeri

Andai waktu bisa kembali
Ku tak kan melewati waktu itu
Untuk ungkap isi hati

Sudah . . . ,
Semua sudah lewaat
Biar ku pendam saja
Untuk kenangan di masa tuaku

ting ting

Di sini ku merindukanmu
Di sana ku hanya memandangmu
Sir qolbu menggelegar luas
Memberikan nur ragawi

Bisiki aku tentang dia
Pembawa risalah hati

Tentang rasa cinta ini
Inspirasi tsamrah hasrat batini

Untukmu di bulan Mei
Ku ingin mengawali lirihku
Seorang pecinta rahasia
’tuk menahan gregetnya qolbu

Meski ku t’lah bebas
Melepas terbang bersama angin
Ku tahan segala khayalku
Demi cinta yang tak ingin ku nodai